PuisiCinta dalam Diam : MUAK DALAM HARAP. Para Pendamba Kikisan Asa, masihkah kau bertatap Senja yang sama? Ya, Senja Merona bersama Pucuk Hari di Ufuk. Penuh Hasrat, seraya meratapi yang Pergi tanpa rajuk. Kau tiupkan seiring Elusan Angin, Dibawah jingga-Nya kau Jelma-kan kembali, ingatan indah itu. Berharap semua tak terjadi, namun yang didepan mata Gila membuatku jatuh cinta, sekaligus mati dalam saat yang bersamaan. Kemarin pagi pesawatnya mendarat dari New York, sampai di Jakarta tepat pada pukul tujuh lewat dua puluh menit. Kisahcinta dalam diam ini menjelaskan tentang seorang remaja yang sudah duduk pada bangku universitas. Ia mempunyai seorang teman laki-laki bernama Hilman yang tampan, pendiam, tinggi dan putih. Seiring berjalannya waktu mereka berdua saling mengenal satu sama lainnya dan menjadi teman dekat. Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Cerpen Karangan Intan CahayaKategori Cerpen Cinta Dalam Hati Terpendam, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja Lolos moderasi pada 15 November 2014 “Kring… kring.. kring..” jam beker ku berbunyi sangat nyaring pada pukul yang sengaja ku setel untuk membangunkan ku dari tidur panjangku. Aku sontak terbangun dan dengan langkah sempoyongan aku berjalan ke arah kamar mandi untuk bersiap-siap ke sekolah Hari ini adalah hari pertama ku masuk sekolah sebagai seorang siswi SMA. Aku cukup gugup. Oiya, selama tiga tahun kedepan aku akan menghabiskan masa putih abu ku di SMA Negeri 1 Sukamulia. Sekolah ku merupakan salah satu sekolah ternama di kota ku. Hanya anak-anak pilihan yang bisa bersekolah di sekolah ku. Dan aku salah satu di antara banyaknya anak-anak pilihan tersebut. “Qoonnniii…” teriak Aini sambil berlari ke arah ku Aini adalah teman segugus ku saat MOS. Dari sana kami mulai dekat dan menjadi teman akrab hingga saat ini. “Aini lebay deh, baru sehari aja gak ketemu udah heboh. Kangen ya sama aku” ucapku sambil cengengesan “Ih pede, sopo to yang kangen karo sampean?” jawabnya ketus. Oiya, Aini adalah keturunan blasteran Jawa dan Sasak. Makanya kalau ngomong rada medok “Iya deh iya, kita ke kelas aja yuk! Entar kita enggak kebagian bangku paling depan” Kami pun berjalan menuju kelas. Kebetulan aku dan Aini satu kelas yaitu di kelas X-IPA 3. Sampai di kelas aku dan Aini memilih bangku paling depan dekat jendela yang berhadapan langsung dengan lapangan sekolah. Hari ini memang hari pertama masuk sekolah, tapi murid-murid di sekolah ku tetap belajar seperti biasa. Itulah yang membedakan sekolah ku dengan sekolah-sekolah lain. Jam pelajaran pertama dimulai. Pak Budi guru sejarah yang terkenal rajin dan disiplin masuk ke kelas kami. Tanpa ada komando siswa dan siswi yang tadinya sangat ribut langsung diam “Selamat pagi anak-anak dan selamat datang di sekolah kita tercinta ini” kata beliau mengawali pelajaran “Selamat pagi pak…” jawab kami serempak “Kalian tentu sudah tau nama bapak siapa, jadi langsung saja kita mulai pelajarannya. Silahkan buka buku kalian halaman 135” perintah beliau Detik berganti menjadi menit, menit berganti menjadi jam dan bel berbunyi yang menandakan jam istirahat dan jam pelajaran Pak Budi berakhir. Setelah Pak Budi keluar kelas, datanglah beberapa orang kakak kelas ke kelas kami. “Selamat siang adik-adik. Maaf mengganggu waktu istirahat kalian. Kami dari senior ekskul seni lukis ingin merekrut anggota baru” ucap salah seorang dari mereka “Oke, untuk mempersingkat waktu, bagi kalian yang berminat silahkan tulis nama kalian di kertas ini” ucap seorang pria yang berbadan kekar sambil mengangkat kertas dan pulpen “Wooy ngelamun terus, entar kesambet loh” kata Aini padaku “Iya gue kesambet dia” jawabku sambil menunjuk pria berbadan kekar itu “Ya udah pas kalau begitu. Kamu ikut aja ekskul seni lukis. Lagian kamu juga jago ngelukis. Aku daftarin yo?” “Terserah kamu aja” jawab ku pada Aini sambil terus memandang pria itu. “Jadi bagi yang sudah menuliskan namanya, nanti sore agar datang ke sekolah” ujar mereka dan pergi begitu saja dari kelas kami. Sore hari nya aku dan Aini datang ke sekolah. Ternyata sudah banyak siswa kelas X yang datang. Baik dari siswa IPA maupun IPS. Kami dikumpulkan di sebuah ruangan khusus untuk ekskul seni lukis. Di pertemuan pertama kami tidak langsung melukis tapi lebih tepatnya mendengarkan ocehan para senior yang memperkenalkan dirinya padahal kami tidak memintanya. Tapi, dari tadi aku tidak melihat sosok pria yang tadi pagi membuatku terhipnotis karena senyum nya. Tiba-tiba dari balik pintu terdengar suara orang tergopoh-gopoh “Sorry.. sorry aku telat” ucap pria itu “Ya udah deh langsung kenalin diri kamu ke junior kita” perintah kak Nadia “Oke adik-adik, maaf sebelumnya karena saya telat. Nama saya Febryan biasa di panggil Ryan. Saya duduk di kelas XII-IPS 4” ucapnya sembari tersenyum. Lagi-lagi ia tersenyum dan senyuman itu mampu membuat ku mematung dan tak mampu berkedip. Aliran darah ku seaakan berhenti mengalir sementara jantung ku terus berdetak semakin kencang. Apa aku menyukainya? Batinku dalam hati Hari berganti hari. Tak terasa sudah dua bulan aku menjadi siswi SMA. Dan sudah dua bulan juga aku mencari tau semua hal tentang dia. Tentunya secara diam-diam. Dimulai dari tanya-tanya akun sosial media nya, nomor handphone nya, bahakan pin BB nya. Tapi sayang, aku terlalu pengecut untuk sekedar mengirim pesan singkat padanya. Aku hanya berani memperhatikan kelihaian nya saat bermain sepak bola dari kejauhan juga memandang senyum nya yang indah dari kejauhan. Meskipun aku tahu senyum itu bukan untuk ku. Tapi itu sudah cukup membuat ke senang. Karena dengan tersenyum berarti dia sedang dalam keadaan baik-baik saja. Namun pada akhir nya, ku kumpulkan segenap keberanian ku untuk mengirim sebuah pesan singkat pada nya melalui BBM Aku “PING!” Dia “Y?” Jawaban yang sangat singkat dan sanggup membuat rasa kecewa yang teramat dalam dihatiku. Sejak saat itu aku tak pernah berani mencoba untuk berkomunikasi dengan nya. Hingga pada suatu sore aku dan Aini datang untuk mengikuti ujian melukis. Kak Ryan juga datang. Seperti ia terlihat seperti biasanya. Biasa keren dan dengan senyum nya yang menawan membuat nya tampak terlihat sangat manis. Ujian melukis kali ini kami diminta menggambar seseorang yang membuat kami bahagia. Sebenarnya aku membayangkan Kak Ryan tapi sangat tidak mungkin aku melukis nya jadi kuputuskan untuk melukis wajah Ayah ku saja. Setelah selesai melukis aku mengumpulkan hasil lukisan ku pada Kak Ryan. Ia tersenyum pada ku tapi aku tetap berusaha bersikap biasa saja di hadapan nya. “Lukisannya bagus dek, ini siapa?” tanya Kak Ryan “Ayah aku kak” ucapku dan berlalu meninggalkan nya Aku keluar ruangan sambil menarik tangan Aini dengan hati yang sangat berbunga-bunga. “Kamu kenapa to? Keliatan nya seneng banget” tanya Aini kebingungan “Kak Ryan.. Kak Ryan bilang lukisan aku bagus” jawabku berbunga-bunga “Dasar lebay.. baru dipuji begitu saja sudah heboh begitu” “Biarin aja, sewot mulu ih” ejek ku pada Aini Di kejauhan tampak seorang wanita yang sepertinya aku sudah kenal. Ya, wanita itu adalah Kak Kirana. Wanita terpopuler di sekolah ku. Dia cantik dan baik hati. Ia sering memenangkan lomba-lomba modelling yang diadakan oleh pemerintah di kota ku. Tapi kenapa dia bisa ada di sekolah padahal sore ini tidak ada ekskul modelling “Saaayaaang…” ucap wanita itu sambil melambaikan tangan ke arah ku. Dan saat aku berbalik arah ternyata sudah ada Kak Ryan yang membalas lambaian tangan itu sembari tersenyum. Aku shock! Aku yang melihat dan mendengarkan semua itu tak sadar meneteskan air mata. Aku pun berlari sekencang-kencang nya. Hatiku terasa sangat perih. Keadaan ini memaksa ku harus sadar bahwa cerita cinta ini bukanlah sinetron yang awalnya suka dan berakhir dengan pacaran. Ini cinta yang nyata. Biarlah cinta tetap tersimpan dalam diam. Dan mulai sejak saat itu ku putuskan untuk menyimpan rapat-rapat cinta untuk Kak Ryan dan mencoba bersikap seolah kejadian yang kulihat hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan hilang saat aku terbangun nanti. Cerpen Karangan Intan Cahaya Blog Hay nama gua Baiq Intan Cahaya Ning Putri. Gua sekarang sekolah di SMAN 1 SUKAMULIA NTB. Follow Inthan47 atau Add Facebook Baiiq Intan Pevensie 🙂 Cerpen Cinta Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan Intan Cahaya, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Rahasia Cinta Oleh Erenes Paskibra merupakan ekstra yang telah Icha pilih semenjak ia duduk di bangku SMK. Semenjak SMP Icha memang suka dengan ekstra ini. Dimanapun ada perlombaan paskibra Icha pasti datang untuk Si Pemilik Suara Surga Oleh Laily Mafthukhatul Hikmah Kisah ini dimulai sejak pertemuan pertama kami sore itu. Saat kali pertama aku mendengar lantunan bait sholawat yang tersaji dalam alunan suara indah bak di surga. Iya, sejak saat Lepaskan dia Oleh Satria Purnama Namaku Satria aku tingaal di desa bersama nenek ku. Di suatu malam dengan keadaan setengah mengantuk aku masih belajar. Telah lama aku mengirim sms kepada pacarku. Hanya kata “Hay” Your Dream Will be Come True Oleh Dinda Khairunnisa Pagi hari menyapa Nadila, seorang gadis yang pintar, kreatif, berjiwa seni, tapi dalam hal pekerjaan rumah sangat pemalas. Ia sekolah di SMP N 12 Suka Bangsa. Nadila adalah remaja Aku Atau Cinta Yang Salah? Oleh Ridwan Setiawan Tepat malam raya lebaran setia membaca berita tidak mengenakan untuk dia. Lita mengirimkan luka yang begitu menyakitkan melalui pesan singkat, seperti lita ingin menjauh dari setia, berbanding terbalik dengan “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?" Cinta dalam Diam Tak perlu berucap dalam mencinta ....Hanya dengan memandang nya dari kejauhan sudah bisa mengobati rindu yang melanda ku semalam. Seperti pagi ini ... rasa rindu itu sirna begitu saja, ketika melihat senyum indah di wajah cantiknya merekah. Bagai sebuah kuncup bunga yang mulai mekar disapa mentari. Bagai tetesan embun yang berubah menjadi titik pelangi ketika diterpa fajar. sumber gambar Dua tahun, aku memendam rasa ini dua tahun lamanya. Membiarkan diriku tersiksa rindu dikala sepi melanda, merasakan sepi ketika berada dikeramaian dan menenggelamkan diriku dalam pergulatan batin yang hebat. Jangan ditanya bagaimana rasa ini menyiksa diriku. Sungguh menyiksa, rasa ini sanggup menikamku ketika sehari tidak melihat senyum merekahnya. Pernah suatu hari, aku ingin membunuh rasa ini dengan tega, membunuh rindu ini dengan kejam dan melupakan rasa ini dengan cepat. Tapi, semua yang aku lakukan sia-sia. Rasa yang sudah tumbuh kecambahnya ini semakin mengakar dan berkembang tanpa kusadari. Hingga rasa mendamba ini begitu kuat dalam diriku. Sebutlah aku seorang laki-laki pengecut. Seorang prajurit perang yang sudah menyerah sebelum pergi ke medan perang. Aku ... tidak cukup punya banyak nyali untuk mendekatinya. Memilih bungkam dengan rasa yang buncah di hati. Ketakutan akan penolakan seperti sebuah monster yang akan memangsaku secara hidup-hidup. Aku tahu setiap manusia pasti mempunyai kekurangan. Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tapi ... aku sedikit berbeda dengan lelaki yang lainnya, aku bukan seperti lelaki jantan dengan dagu terangkat dan nyali yang besar untuk mendekati seorang wanita. Aku hanya lelaki yang selalu membuang muka ketika orang melihatku. Aku lelaki yang selalu menunduk dikala berada di keramaian. Lelaki yang memiliki seribu kekurangan. Dia wanita sempurna, nyaris tanpa cacat. Aku mengagumi semua yang ada pada dirinya. Kecerobohannya ketika melakukan sebuah pekerjaan, sifat pikun yang sudah mendarah daging dalam dirinya dan senyum indah merekah miliknya yang membuatku jatuh hati kepadanya. Ah ... masih banyak lagi yang aku kagumi dari dirinya. Sedangkan aku adalah lelaki dengan keterbelakangan mental yang sedang merasakan bunga cinta itu mekar di dalam hatiku. Aku jatuh cinta dengan seorang perawat yang dengan telaten merawatku. Alasan itulah yang membuatku mencintainya dalam diam. Menggumamkan namanya dalam doa yang selalu aku panjatkan di malam hari. ............ Ini cerita yang pernah nampang di Idn Time News. HomeRelationshipDatingKumpulan Puisi tentang Mencintai dalam DiamUngkapkan dengan cara yang berbedaKetika jatuh cinta, perasaan yang lebih sering muncul pastinya adalah bahagia atau senang. Melihat dia tersenyum juga akan turut membuatmu ikut tersenyum. Kamu akan selalu mencari cara untuk bisa dekat dengan orang yang kamu sayangi. Nggak hanya itu, kamu juga pasti akan memberikan perhatian ekstra hanya agar orang yang kamu sayangi itu merasa diperlakukan dengan baik dan akhirnya sadar bahwa kamu begitu menyanginya. Sayangnya, nggak semua orang bisa berlaku demikian, lho. Beberapa orang yang lain ternyata mengalami kesulitan dalam mengungkapkan perasaannya. Akhirnya, hanya bisa diam dan memendam perasaannya. Meski menyiksa, kebanyakan dari mereka tetap bertahan dengan cara yang seperti ini. Kalau kamu salah satunya, yuk simak kumpulan puisi tentang cinta dalam diam pilihan Popbela yang satu dalam DiamEntah harus dari mana harus kumulai cerita iniKabut sunyi perlahan mulai merayap di hatiAku yang mencintaimu dalam diamMenahan rindu yang kian tak teredamIngin rasanya aku bertemu denganmuTapi, menyapamu saja aku tak mampuLalu, apa dayaku?Bahkan anginpun membisuKetika aku mengadu tentang apa saja yang bertalian dengan dirimuMungkin bagiku cukup Tuhan yang tahuTentang apa dan bagaimana perasaankuKarena bahagiaku, masih bisa menyelipkan namamu dalam setiap doaku-Frans Elka SaputraTentang Cinta dalam DiamJika kau bertanyaTentang cinta dalam diam. MungkinIa adalah rasa indah dalam dada,Yang tak sanggup kecemasan Jangan-jangan harapan kan bertemu dengan kekecewaan. Jika kau bertanyaTentang cinta dalam jadiIa adalah rasaku kepadamu,Yang kupendam bertahun-tahun,Dari dahulu, sekarang, mungkin juga tak mau mengganggumu,Jangan-jangan kau menerima saja Aku tak sanggup memberi sebutir kebahagiaan, sekolam permata untukmu. dalam DiamSungguh SayangAndai SajaDiamIsyarat dan DoaKekasih TersembunyiMenangis Tanpa Air MataDi Sepertiga MalamTOPICpuisi cintaTrendinghoroscopeThis week's horoscopeSee more horoscopes here

cerita pendek cinta dalam diam